home disclaimer privacy policy sitemap contact

Menata interior kamar anak yang fleksibel dan hemat biaya

Wednesday, March 23rd, 2016

Interior kamar anak yang fleksibel dan hemat biaya – Orang tua sebaiknya membuat kamar tidur bayi yang fleksibel untuk menghemat biaya renovasi jika sang bayi sudah tumbuh menjadi usia kanak-kanak. Kamar tidur tidak terlalu lama dapat bertahan dipakai, setelah itu anak anak sudah mulai beranjak besar dan akan memiliki kebutuhan yang berbeda.

  • Pilihlah furnitur dan wallpaper dengan motif yang diperkirakan akan tetap cocok apabila diaplikasikan
    di kamar anak. Misalnya, untuk anak perempuan pilih wallpaper motif peri, putri atau carnival, sedangkan untuk bayi laki-laki pilih motif pegasus atau mobil mobil mini.
  • Sisakan ruang kosong untuk furnitur tambahan.
  • Pilihlah upholstery untuk cushion sofa,beddings, dan gorden dengan desain yang lebih netral

model_meja-belajar-dan-tempat-tidur_gambarminimalis

MERENOVASI KAMAR BAYI MENJADI KAMAR ANAK
Ketika sang bayi beranjak kanak kanak tentu penataan interior kamar tidurnya pun perlu direnovasi sesuai dengan pertumbuhaan Untuk menghindari pembengkakan biaya, lakukan beberapa simpel berikut ini. Ganti tempat tidur bayi dengan tempat tidur anak besar. Furnitur lainnya, seperti credenza untuk popok, bisa dimodifikasi menjadi tempat mainan pakaian tetap dapat digunakan. Jangan ragu untuk kreatif dalam memodifikasi furnitur.

Apabila motif wallpaper sudah tidak cocok untuk kamar anak, daur ulang wallpaper tersebut untuk menjadi aksen pada furnitur, misalnya untuk bagian dalam rak atau sebagai aksen pada furnitur lainnya. Ganti aksesori yang memancing kreativitas anak. Misalnya, memasang gorden bermotif huruf warna warni atau mengganti karpet rug dengan karpet karet jenis puzzle bertuliskan angka angka.

MERENCAKAN KAMAR TIDUR ANAK

Dalam mendesain kamar anak, orang tua sudah tidur berperan sebagai”desainer tunggal” seperti dalam merencang kamar tidur bayi Visi anak harus mulai diperhatikan oleh orang tua. Hal ini karena pada usia balita, mereka sudah memiliki kebutuhannya masin-masing  .Sebelum mendesain interior sebuah kamar anak ada beberapa hal yang harus diperhatikan agar memudahkan dalam proses pembangunannya atau renovasi, yaitu sebagai berikut.

MERENCAKAN KAMAR TIDUR ANAK
Dalam menata interior kamar anak, orang tua sudah tidak berperan sebagai”desainer tunggal” seperti dalam merencanakan kamar tidur bayi. Visi anak harus mulai diperhatikan oleh orang tua. Hal ini karena pada usia bailita, mereka sudah memenuhi kebutuhannya masing-masing.

Sebelum mendesain interior kamar anak ada beberapa hal  hal yang harus diperhatikan agar memudahkan dalam pembangunannya atau renovasi, yaitu sebagai berikut:

  • Kenali kebutuhannya. Kamar tidur untuk anak-anak harus memiliki fasilitas bermain, belajar, lemari pakaian dan mainan, serta tempat tidur yang nyaman untuk seusianya.
  • Tentukan besar ruang yang diperlukan. Janganlah terlalu besar atau terlalu kecil. Proporsi ukuran kamar tidur dengan luas bangunan rumah tinggal berbanding lurus sesuai kebutuhan.
  • Dengarkan aspirasi anak untuk kamarnya. Apa yang mereka inginkan untuk kamar mereka?
  • Furnitur seperti apa yang memudahkan dan memfasilitasi kegiatannya? Pilihan warna dan tema seperti apa yang diharapkan ada di kamar pribadinya?
  • Libatkan anak dalam merenovasi kamar tldurnya. Proses ini akan memudahkan proses renovasi agar mendapat hasil sesuai yang diinginkan anak. Anak-anak akan lebih memperhatikan detail dan dekorasi ruangan sesuai dengan seleranya masing-masing.