home disclaimer privacy policy sitemap contact

Tips memilih kasur tidur, sprei dan bad cover

Tuesday, April 12th, 2016

Tips memilih kasur tidur, sprei dan bad cover

minimalis modern

Kasur tidur, Seprai dan bed cover memiliki peranan sangat penting dalam menilai kebersihan kamar tidur. Jadi, kasur tidur, seprai dan bed cover harus selalu dirawat dan dicuci secara berkala. Untuk mendapatkan hasil yang maksimal sesuai dengan keinginan, berikut adalah tips memilih seprai dan bed cover yang baik:

  • Pilih seprai yang sesuai dengan ukuran tempat tidur’ Sesuaikan dengan panjang, lebar, dan tinggi matras tempat tidur. Perhatikan tinggi seprai. Bila ukurannya tidak sesuai matrasnya, hasilnya tampak kekecilan sehingga seprai mudah lepas, atau kedodoran.
  • Pilih warna yang cocok dengan kamar. Hal ini akan mendukung harmonisasi kamar. Apabila ruangan kamar lebar, pilih warna-warna yang mencolok. Sementara untuk kamar yang relatif lebih sempit, pilihlah warna-warna yang lebih muda atau kalem (pastel) dengan motif yang tidak terlalu mencolok.
  • Pilih bahan yang sesuai dengan kulit. Jenis kain satin Jepang sangat nyaman digunakan bagi pengguna yang berkulit sensitif, jenis kain bahan katun cocok untuk digunakan oleh pengguna yang berkulit sensitif
  • Pilih motif yang disukai. itu semua bergantung selera dan tema yang diaplikasikan di area kamar. Misalnya, tema minimalis dapat menggunakan motif yang polos ataupun garis garis sederhana.
  • Pilih seprai yang memillki karet 1/2 lingkaran. Seprai akan tertata lebih rapi dan tidak mudah berantakan. Untuk masalah kerapian, ada lagi seprai yang didesain dengan karet penuh di sekelilingnya, tetapi harganya lebih mahal dan sulit disetrika.

Tips memilih kasur tidur, sprei dan bad cover

bed cover

Berikut ini tips dalam memilih kasur tidur untuk kamar tidur:

Kasur tidur kini didesain menurut usia dan fisik pemakainya. Hingga kini kasur tidur kapuk masih terbilang paling banyak dipakai di Indonesia, karena lebih alami dan harganya terjangkau. Namun, permasalahannya, selain gampang kempis sehingga harus rutin dijemur atau ditambah isinya agar tetap empuk kapuk juga tidak cocok bagi penderita alergi pernapasan.

Kasur busa yang lebih ringan, harganya terjangkau dan lebih mudah dirawat menjadi alternatif pilihan kasur lainnya. Bungkusnya tinggal dibuka dan dicuci, sedangkan busanya cukup dijemur atau di-vacum. Namun, kasur busa juga punya masalah, yaitu mengakibatkan panas sehingga kamar harus menggunakan AC.

Selain itu, bahan busa cenderung masih disukai kutu. Pemakaian dalam jangka waktu lama dapat membuat ketebalan busa menipis. Dari sinilah kemudian lahir kasur busa pegas yang dikenal dengan spring bed.

Jenis kasur tidur yang terbaru adalah kasur latex dan sensible foam. Latex (karet alam) lebih alami dan sejuk karena mampumenyesuaikan diri dengan kelembapan. Selain itu, / latex lebih lentur dan kuat karena memiliki gelembung udara yang mampu bernapas sendiri (self breathing). Kasur tidur ini tanpa pegas dan tidak berisik saat digoyangkan. Bahkan, goyangan pada salah satu sisi tidak menjalar ke sisi yang lain.

Kasur tidur jenis Latex juga tidak mudah menjalar bila terbakar. Keunggulan lainnya, /latex mengandung zat yang tidak disukai mikroba, seperti kutu dan tungau sehingga cocok untuk penderita alergi pernapasan. Akan tetapi, /afex tidak boleh terkena air. Bila terkena air, latex tidak bisa dijemur tapi cukup diangin – anginkan atau dikeringkan dengan hairdryer.