home disclaimer privacy policy sitemap contact

cara membersihkan dapur dan cara merawat peralatannya

Monday, March 28th, 2016

Cara membersihkan dapur dan cara merawat peralatannya

dapur

1. Menghindarkan kitchen sink dari kuman

Cara membersihkan dapur yang pertama yaitu cucilah permukaan kitchen sink dengan sabun setiap kali selesai digunakan. Jika perlu, tambahkan cairan desinfektan. Pastikan juga kitchen sink dalam keadaan kering setelah digunakan Kelembapan yang terus-menerus dapat menyebabkan berkembanqnya lamur
dan bakteri.

Gunakan saringan pada saluran air sehingqa semua kotoran dapat tertampung sebelum mengalir di saluran air. Saringan dapat membantu mencegah saluran air tersumbat dan mengurangi pembusukan kotoran pada pipa. Pastikan Anda membuang semua kotoran yang ada pada saringan dan jangan membiarkannya menumpuk karena dapat menjadi tempat tumbuh kembang kuman dan menimbulkan bau tak sedap.

Selain itu, bersihkan dan keringkan juga kran kitchen sink. Sering bersentuhan dengan tangan membuatnya rentan terhadap kuman dan bakteri. lngatlah selalu untuk membersihkan kran dan kitchen sink dengan lap bersih agar tidak terjadi transfer kuman.

2.Membersihkan noda melekat pada sink

Cara membersihkan dapur yang kedua yaitu cuci piring yang kotor penuh noda dapat dibersihkan dengan setengah cangkir garam dan menggosoknya dengan jeruk Iemon, biarkan selama beberapa menit dan bilas.

Untuk membersihkan noda karat di bak cuci, terutama yang terbuat dari stainless steel, cukup dengan menggunakan sebuah lap yang telah dibasahi oleh cairan cuka, spirtus, atau alkohol. Kemudian, gosokkan ke bak cuci piring yang mengalami noda karat atau kerak. Setelah itu, cuci dengan air sabun hangat.

Cara membersihkan dapur

3.Membersihkan bak cuci keramik

Cara membersihkan dapur yang ketiga yaitu Bak cuci yang terbuat dari semen berdinding keramik sangat rentan oleh penempelan lemak. Karena itu, bersihkan selalu setiap selesai mencuci. Gunakan kawat sikat halus dengan sabun yang banyak dijual di pasaran untuk menggosok lemak hitam yang menempel pada keramik. Bila perlu, pakailah cairan pembersih keramik.

Lubang pembuangan air yang juga dibuat manual jangan dibiarkan menjadi tempat pembuangan kotoran sisa makanan sementara. Buanglah segera kotoran sisa makanan, kemudian gosoklah dengan kawat sikat halus agar kotoran tidak menempel.

Apabila kotoran tersumbat dan sulit terbuang melalui lubanglubangnya, cobalah untuk menusuk-nusuknya dengan bambu bekas tusuk sate atau kawat jemuran yang dapat membuat lubang kembali
bersih dan tidak tersumbat.

4.Menata bak cuci di dapur tradisional

Tak selalu harus memasang kitchen sink yang mewah, bak cuci trdisional pun dapat memberikan kenyamanan bekerja di dapur jika direncanakan dan di tata dengan baik.
Kunci utama terletak pada penempatannya. Tempatkan bak cuci dengan ketinggian setidaknya setinggi pinggang orang dewasa. Aturlah penempatannya agar mudah dibersihkan dan tidak terlalu menyulitkan untuk membersihkan saluran kran atau pembuangan yang tersumbat atau bocor. Bak cuci yang lebih rendah dengan cara mencuci jongkok dalam waktu yang lama  sangatlah berat untuk tubuh dan sangat buruk untuk kesehatan.

Buatlah sebuah meja untuk perabotan dapur yang dikeringkan di udara, misalnva membuat rak bambu. Lap untuk piring harus serinq dibersihkan karena akan cepat kotor dan menyebarkan bakteri dari piring ke piring.

5.Mengelola air buangan dari bak cuci di dapur tradisional.

Agar sisa air cucian dari bak cuci dapat diolah dan digunakan, sisa air cucian tersebut dapat dialirkan ke dalam kolam setelah air yang menggunakan tanaman air seperti eceng gondok.

Setiap kolam, parit, atau sengkedan yang digunakan untuk membersihkan air dari dapur, tempat cuci, atau kamar mandi perlu dibuatkan pagar pendek di sekelilingnya untuk menghindari bahaya tercebur,terutama jika pemilik rumah memiliki anak usia balita.

Saluran air dari tempat cuci piring dapat diselaraskan dengan saluran buangan dari tempat mencuci pakaian dan kamar mandi sehingga air kotor dapat lebih mudah dikumpulkan, dibersihkan, dan digunakan kembali untuk mengairi kebun buah-buahan dan sayur-sayuran.

6.Membersihkan ember atau baskom
Jangan biarkan air menggenang pada ember atau baskom bekas membilas alat-alat makan dan masakan, Air sisa mencuci yang berminyak dan berubah warna dapat menimbulkan bau asam dan ember pun sulit dibersihkan dengan sabun. Karena itu, pakailah sabun pembersih keramikatau sabun pencuci piring yang dapat membersihkan minyak atau sisa makanan yang menempel pada ember atau baskom. Bila perlu, siramlah terlebih dahulu dengan air panas. Kemudian, keringkan ember atau baskom dengan cara menelungkupkannya.