home disclaimer privacy policy sitemap contact

Tips menata kamar tidur utama agar nyaman dan menyenangkan

Thursday, March 3rd, 2016

kamar tidur utama

Kamar tidur utama – Yang disebut kamar tidur utama adalah kamar tidur untuk suami-istri pemilik rumah. Meskipun kamar tidur utama membutuhkan tempat tidur yang dapat mengakomodasikan dua pemakai (suam dan istri), pedu diingat bahwa setiap individu tetap memiliki kebutuhan, keinginan, dan kebiasaan yang berbeda baik secara fisik maupun psikologis Agar tidak saling terganggu, ada baiknya bila masing-masing memiliki “tempat” tersendir meskipun berada dalam satu ruang Misalnya, setiap sisi tempat tidur dilengkapi dengan nakas dan lampu baca sendiri agar yang satu tidak terganggu bila hendak tidur sementara yang satu masih ingin membaca, juga tempat penyimpan yang berbeda.

Bila kebutuhan fisik seperti furnitur bisa dipisahkan meski berada dalam satu ruang, tidak demikian halnya dengan penataan ruang Dalam hal ini, kompromi dan tenggang rasa harus lebih dipertimbangkan Soal selera memang lebih menyangkut aspek psikologis, namun hal ini tidak dapat diabaikan begitu saja, bukan hal yang mustahil bila selera dan kesenangan yang satu justru mengganggu yang lainnya.

Mendiskusikan dan merencanakan dengan matang dan cermat terlebih dahulu sebelum menata akan sangat membantu dalam pemilihan gaya interior, bentuk furnitur, corak, warna, jenis kasur, kain pelapis sampai ke detail aksesori. Bila seleranya sama sekali berbeda, sebaiknya diambil jalan tengah yang penting kedua belah pihak bisa sama-sama menerima satu bentuk tatanan yang serasi.

TEMPAT TIDUR
Kamar tidur utama mutlak membutuhkan tempat tidur double yang mampu menampung dua orang untuk tidur dengan nyaman. Ukuran tempat tidur yang dibutuhkan sendiri bergantung dari besar tubuh dan kebiasaan pemakainya. Biasanya ukuran tempat tidur lebih besar lebih menyenangkan,
namun tentunya harus melihat skala dan luas kamar tidur yang akan digunakan.

PENYIMPAN
Kebutuhan pribadi masing-masing suami istri akan tempat penyimpan sesungguhnya berbeda, baik jenis maupun ukurannya. Misalnya, wanita harus memiliki lemari gantung tinggi untuk gaun panjang pesta, sedangkan celana panjang dan kemeja laki-laki cukup dengan lemari gantung rendah. Sementara itu, masing-masrng memiliki koleksi sendiri-sendiri yang juga berlainan. Si suami memerlukan tempat menyimpan dasi, penlepit dasi, atau kaus kaki, sedangkan istri membutuhkan tempat untuk menaruh perhiasan atau aksesori rambut. Oleh karena itu, sebaiknya masing-masing memiliki tempat penyimpan yang berbeda untuk mempermudah mencari pakaian sebelum pergi atau beraktivitas dan penggunaan lemari pun lebih eflsien. Lemari penyimpannya sendrri dapat menladi satu, namun dibuat dengan sekat-sekat yang memisahkan kebutuhan masing-masing.